Blog Archives

Menunda Menikah Untuk Belajar Agama

Oleh: Asy Syaikh DR. Robi’ bin Hadi Al Madkhali

Pertanyaan:
Di antara dua hal ini yang mana yang lebih dikedepankan; Menuntut ilmu atau menikah, dalam keadaan saya tahu bahwa saya tidak tahan lagi ingin segera menikah?

Jawab:
Jika engkau mampu untuk bersabar dan belajar, maka hendaknya engkau bersabar. Maksudnya hendaknya kalian belajar sebelum kalian sibuk, sebagaimana yang pernah diucapkan oleh Umar radhiyallahu ‘anhu. Read the rest of this entry

Advertisements

Sebagian Kalian Ujian Bagi Yang Lain, Apakah Kalian Bersabar..?

Oleh: ‘Umar Al Indunisy (Darul Hadits, Ma’bar – Yaman)

Allah Ta’ala berfirman,

وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا

“Dan kami jadikan sebagian kalian fitnah bagi sebagian yang lain, apakah kalian akan bersabar. Dan adalah Rabb kamu itu maha melihat.”

Al-Qurthuby rahimahullah berkata dalam menafsirkan ayat ini: “Yaitu bahwa dunia aini adalah tempatnya ujian dan cobaan, maka Allah Ta’ala menghendaki untuk menjadikan sebagian hamba sebagai ujian bagi yang lain secara umum untuk keseluruhan manusia, yang mukmin dan yang kafir. Orang yang sehat ujian bagi yang sakit, orang yang kaya ujian bagi yang fakir, dan orang yang fakir tapi sabar ujian bagi yang kaya. Read the rest of this entry

Butuhnya Manusia Akan Ilmu

Oleh: Al Ustadz Abdul Aziz

Sebagaimana halnya makanan, yang dipergunakan manusia untuk kelangsungan hidup. Seandainya keimanan tidak dipupuk dengan ilmu, maka ibarat tanaman menjadi layu bahkan hancur.

Sehingga tidaklah terwujud keberadaan iman seorang kecuali dengan ilmu. Al Imam Ahmad menyatakan: “Manusia sangat membutuhkan ilmu dari sekedar menyantap makanan dan minuman; karena makanan dan minuman dibutuhkan oleh manusia sekali atau dua kali dalam sehari. Sedangkan ilmu ilmu dibutuhkan setiap saat.” (Thobaqot Al Hanabilah 1/147) Read the rest of this entry

Inilah Hakekat Sabar

Oleh: Asy Syaikh Muhamad bin Shalih Al Utsaimin

Sabar menurut bahasa adalah menahan. Adapun secara syar’i, maknanya adalah menahan diri dalam tiga perkara:
– Yang pertama, taat kepada ALLAH subhanahu wata’ala.
– Yang kedua, menahan diri dari perkara-perkara yang haram.
– Yang ketiga, menahan diri terhadap takdir ALLAH subhanahu wata’ala yang menyakitkan.
Ini adalah macam-macam sabar yang telah disebutkan oleh para ulama. Read the rest of this entry

Mahalnya Nilai Ukhuwwah Islamiyyah (Persaudaraan Sesama Muslim)

Oleh: Redaksi Buletin Al Ilmu

Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Dan Yang mempersatukan hati-hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak akan dapat mempersatukan hati-hati mereka, akan tetapi Allah Subhanallahu wa Ta’ala telah mempersatukan hati-hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Al-Anfal: 63)

Read the rest of this entry

Nasehat Bagi Para Muslimah Berkaitan dengan Internet

Oleh: Asy Syaikh Ubaid Al Jabiri

Soal Pertama:
Beberapa akhwat menulis beberapa makalah ilmiah (tentang agama –pent.) di beberapa website, mereka membantah para penulis berkenaan dengan pernyataan-pernyataan mereka. Apa pendapat syaikh tentang perkara ini?

Jawab: Read the rest of this entry

Bertutur Yang Baik dan Berwajah Yang Manis

Oleh: Redaksi Buletin Al Ilmu

Sekedar menampakkan yang berseri-seri serta bertutur yang baik sesungguhnya merupakan perkara ringan. Namun demikian, bagi sebagian besar kita hal itu seolah demikian berkat untuk diperhatikan. Yang memprihatinkan, gejala yang menimpa sebagian para penuntut ilmu agama di mana sikap mereka demikian kaku terhadap orang-orang awam.

Berjumpa dengan orang lain adalah perkara yang biasa dalam keseharian kita sebagai makhluk sosial. Karena tak mungkin kita hidup menyendiri dari orang lain.Kita butuh saudara, butuh teman, dan kita butuh orang lain. Yang tak biasa alias luar biasa, bila kita dapat mengamalkan tuntunan Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam kala berjumpa dan berkata. Kenapa demikian? Karena di zaman kita sekarang, adad-adad islam sudah banyak di tinggalkan oleh kaum muslimin. Mungkin karena kebodohan ataupun ketidak pedulian mereka. Read the rest of this entry