Sebagian Kalian Ujian Bagi Yang Lain, Apakah Kalian Bersabar..?

Oleh: ‘Umar Al Indunisy (Darul Hadits, Ma’bar – Yaman)

Allah Ta’ala berfirman,

وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا

“Dan kami jadikan sebagian kalian fitnah bagi sebagian yang lain, apakah kalian akan bersabar. Dan adalah Rabb kamu itu maha melihat.”

Al-Qurthuby rahimahullah berkata dalam menafsirkan ayat ini: “Yaitu bahwa dunia aini adalah tempatnya ujian dan cobaan, maka Allah Ta’ala menghendaki untuk menjadikan sebagian hamba sebagai ujian bagi yang lain secara umum untuk keseluruhan manusia, yang mukmin dan yang kafir. Orang yang sehat ujian bagi yang sakit, orang yang kaya ujian bagi yang fakir, dan orang yang fakir tapi sabar ujian bagi yang kaya. Read the rest of this entry

Membagi Warisan Sebelum Wafat

Oleh: Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal

Syaikh Muhammad bin Saleh Al-Utsaimin rahimahullah ditanya:

Saya seorang yang telah menikah walhamdulillah, saya memiliki harta dan saya tidak mempunyai anak kecuali seorang anak wanita saja. Saya memiliki seorang saudara laki- laki dan seorang saudara perempuan dari ayah saya. Anak perempuan saya diberi kemudahan dalam hal materi dan dia menginginkan agar aku mencatat semua harta peninggalan yang dikhususkan untuk pamannya , yaitu saudara laki- lakiku. Demikian pula halnya saudara perempuanku, dia menginginkan hal yang sama seperti saudara laki-lakinya. Read the rest of this entry

Kelezatan Ibadah

Oleh: Asy Syaikh Amin Asy Syaqaawiy

الحمد لله رب العالمين، والصلاة السلام على رسول الله، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له, وأشهد أن محمدا عبده ورسوله وبعد

Sesungguhnya diantara karunia Allah Ta`ala kepada hamba-hambaNya ialah nikmat kelezatan dalam beribadah. Yang dimaksudkan dengan kelezatan dalam beribadah yaitu suatu bentuk ketenangan jiwa dan kebahagian hati yang didapatkan oleh seorang muslim, kemudian lapangnya dada ketika menunaikan satu ibadah dari ibadah-ibadah yang ada. Dan kelezatan dalam beribadah ini berbeda-beda antara seseorang dengan yang lainnya sesuai dengan kuat dan lemahnya keimanan seseorang. Read the rest of this entry

Butuhnya Manusia Akan Ilmu

Oleh: Al Ustadz Abdul Aziz

Sebagaimana halnya makanan, yang dipergunakan manusia untuk kelangsungan hidup. Seandainya keimanan tidak dipupuk dengan ilmu, maka ibarat tanaman menjadi layu bahkan hancur.

Sehingga tidaklah terwujud keberadaan iman seorang kecuali dengan ilmu. Al Imam Ahmad menyatakan: “Manusia sangat membutuhkan ilmu dari sekedar menyantap makanan dan minuman; karena makanan dan minuman dibutuhkan oleh manusia sekali atau dua kali dalam sehari. Sedangkan ilmu ilmu dibutuhkan setiap saat.” (Thobaqot Al Hanabilah 1/147) Read the rest of this entry

Sifat-sifat Wanita Yang Ideal Untuk Dinikahi

Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

Pernikahan ditujukan untuk bisa mengambil kenikmatan (satu sama lainnya) dan untuk membina rumah tangga yang shalihah serta masyarakat yang baik, sebagaimana yang telah kami katakan di muka. Oleh karena itu maka wanita yang ideal untuk dinikahi ialah wanita yang diharapkan nantinya dapat mewujudkan kedua tujuan tersebut dengan sempurna yaitu wanita yang disifati dengan kecantikan paras secara fisik dan maknawi. Read the rest of this entry

Usia yang Pantas untuk Menikah

Oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baaz

Soal:
Berapa umur yang pantas bagi pria dan wanita? Karena sebagian gadis tidak mau menikah dengan pria yang terlalu tua dibanding mereka. Demikian pula sebagian pria, tidak suka menikah dengan wanita yang lebih tua. Kami mengharap jawabannya, semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.
Read the rest of this entry

Bedah Buku "Panduan Puasa Ramadhan"

Read the rest of this entry

Mengutamakan Menikah dengan Wanita yang Shalihah dan Sebaliknya

Oleh: Ummu ‘Abdillah Al Wadi’iyyah Hafizhahallahu

Al-Bukhari rahimahullâh berkata (9/132): Musaddad mengabarkan kepada kami, dia berkata: Yahya mengabarkan kepada kami dari dari ‘Ubaidillah, ia berkata: Sa’id bin Abi Sa’id mengabarkan kepadaku dari bapaknya, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ: لِمَالِهَا، وَلِحَسَبِهَا، وَجَمَالِهَا، وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Wanita itu dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, kemuliaan nasabnya, kecantikannya, dan karena agamanya. Maka nikahilah wanita yang baik agamanya niscaya kamu beruntung.” Read the rest of this entry

Etika Masuk Shaf ketika Shalat

Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

Pertanyaan:

Terjadi perdebatan antara jama’ah sholat, yaitu jika ada seseorang masuk masjid dan mendapati shof telah penuh sehingga ia tidak mendapatkan shof, maka bolehkah ia menarik seseorang dari shof yang telah sempurna tadi untuk sholat bersamanya? Ataukah ia harus sholat sendirian di belakang shof? Atau apakah yang harus dikerjakannya?

Jawab: Read the rest of this entry

Khusyu’ dalam Shalat

Oleh: Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan

Segala puji khusus bagi Allah, yang telah memerintahkan untuk beristi’anah (meminta tolong kepada-Nya) dengan kesabaran dan shalat dalam menghadapi kesulitan-kesulitan hidup. Dia memberitakan bahwa hal itu merupakan suatu yang berat kecuali bagi para hamba-Nya yang khusyu’. Allah juga menyifati kaum mukminin dengan khusyu’ dalam shalat mereka. Allah menjadikannya sebagai sifat-sifat mereka. Allah berfirman:

﴿ قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ. الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ ﴾

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya” [Al-Mukminun: 1-2] Read the rest of this entry