Category Archives: Aqidah

Kelezatan Ibadah

Oleh: Asy Syaikh Amin Asy Syaqaawiy

الحمد لله رب العالمين، والصلاة السلام على رسول الله، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له, وأشهد أن محمدا عبده ورسوله وبعد

Sesungguhnya diantara karunia Allah Ta`ala kepada hamba-hambaNya ialah nikmat kelezatan dalam beribadah. Yang dimaksudkan dengan kelezatan dalam beribadah yaitu suatu bentuk ketenangan jiwa dan kebahagian hati yang didapatkan oleh seorang muslim, kemudian lapangnya dada ketika menunaikan satu ibadah dari ibadah-ibadah yang ada. Dan kelezatan dalam beribadah ini berbeda-beda antara seseorang dengan yang lainnya sesuai dengan kuat dan lemahnya keimanan seseorang. Read the rest of this entry

Advertisements

Butuhnya Manusia Akan Ilmu

Oleh: Al Ustadz Abdul Aziz

Sebagaimana halnya makanan, yang dipergunakan manusia untuk kelangsungan hidup. Seandainya keimanan tidak dipupuk dengan ilmu, maka ibarat tanaman menjadi layu bahkan hancur.

Sehingga tidaklah terwujud keberadaan iman seorang kecuali dengan ilmu. Al Imam Ahmad menyatakan: “Manusia sangat membutuhkan ilmu dari sekedar menyantap makanan dan minuman; karena makanan dan minuman dibutuhkan oleh manusia sekali atau dua kali dalam sehari. Sedangkan ilmu ilmu dibutuhkan setiap saat.” (Thobaqot Al Hanabilah 1/147) Read the rest of this entry

Mengapa Umat Islam selalu Ditindas?

Oleh: Asy Syaikh Muhammad Nashirudin Al Albani

Segala puji hanyalah milik Allah, kami memuji-Nya dan memohon ampunan-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari keburukan diri-diri kami dan dari kejelekan amalan perbuatan kami. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya dan barangsiapa disesatkan tidak ada yang bisa menunjukinya. Dan saya bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi selain Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”. (Ali Imran: 102) Read the rest of this entry

7 Point Penting seputar Makna Lailaha illallah

Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

Kalimat Laa ilaaha illallah ini mengandung makna penafian (peniadaan) sesembahan selain Allah dan menetapkannya hanya untuk Allah semata.

1. Allah berfirman,

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tiada Rabb yang berhak disembah melainkan Allah.” (Muhammad: 19) Read the rest of this entry

Adakah White Magic (Sihir Putih)?

Oleh:Ustadz Abu Muawiyah Al Atsary

Allah Ta’ala berfirman:

وَاتَّبَعُواْ مَا تَتْلُواْ الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَـكِنَّ الشَّيْاطِينَ كَفَرُواْ يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولاَ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ. فَيَتَعَلَّمُوْنَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُوْنَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّيْنَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللهِ. وََيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلاَ يَنفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُواْ لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ

Read the rest of this entry

Berita Tentang Hari Kiamat

Oleh: Al Ustadzah Ummu Ishaq Al Atsariyyah

Datangnya hari kiamat adalah suatu kepastian. Hanya saja berita tentang hari kiamat ini terasa asing atau terlupakan bagi sebagian manusia yang hidup mereka tersibukkan dengan bermain-main, lalai, mengenyangkan diri dengan syahwat dunia dan kelezatannya. Kenikmatan dunia berupa harta, anak-anak, dan sebagainya telah melupakan mereka akan pertemuan dengan hari tersebut. Padahal hari kiamat demikian dekatnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ

Telah dekat hari kiamat dan telah terbelah bulan.” (Al-Qamar: 1) Read the rest of this entry

Dianjurkan Bershalawat kepada Nabi Salallahu ‘Alaihi Wasalam

Oleh: Syaikh Shalih Fauzan

Di antara hak Nabi shalallahun ‘alaihi wasallam yang di syariatkan Allah atas umatnya adalah agar mereka mengucapkan shalawat dan salam kepada beliau. Allah Ta’ala berfirman:

“ Sesungguhnya Allah dan para malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Al-Ahzab: 56) Read the rest of this entry

Apakah Rosululloh Diciptakan dari Cahaya(Nur)?

Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

Soal:

Orang yang berkeyakinan bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah cahaya Allah bukan manusia biasa dan beliau mengetahui hal yang ghaib kemudian ia beristighotsa kepada beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan keyakinan bahwa beliau dapat memberi manfaat dan mudhorat (kecelakaan). Apa hukum hal tersebut? Apakah diperbolehkan kita sholat di belakang orang tersebut atau orang yang semacam dia? Semoga Allah membalasi Anda dengan kebaikan.

Jawab:

Barangsiapa yang menyakini bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah cahaya Allah bukan manusia dan beliau mengetahui hal yang ghaib, maka dia adalah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wa sallam, dia termasuk musuh Allah dan Rasul-Nya, bukan termasuk wali Allah dan Rasul-Nya, karena perkataannya merupakan pendustaan terhadap Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, maka dia kafir. Dalil bahwa perkataan ini merupakan pendustaan terhadap Allah dan Rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah firman-firman Allah Azza wa Jalla sebagai berikut: Read the rest of this entry

Pembagian Tauhid dan Penyimpangan-Penyimpangannya

Oleh: Redaksi Buletin Al Ilmu

Para pembaca semoga Allah ‘Azza wa Jalla senantiasa mencurahkan rahmat-Nya kepada kita semua.

Para ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah baik dari kalangan salaf maupun khalaf setelah meneliti dalil-dalil baik dari Al-Qur’an maupun As-Sunnah tentang Tauhid mereka menyimpulkan bahwa Tauhid itu dibagi menjadi tiga, yaitu Tauhid Rububiyyah, Tauhid Uluhiyyah dan Tauhid Al-Asma’ Wa Ash Shifat.

Diantara Pernyataan Ulama Salaf Tentang Pembagian Tauhid

1. Al-Imam Abu Ja’far Ahmad bin Muhammad Ath-Thahawi rahimahullah (wafat tahun 321 H).

Dalam salah satu karya monumentalnya, Al-’Aqidah Ath-Thahawiyyah, Al-Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi menegaskan:

”Kita katakan tentang tauhidullah dalam keadaan meyakini dengan taufiq Allah, bahwa sesungguhnya Allah adalah Esa tidak ada sekutu bagi-Nya, tidak ada sesuatupun yang semisal dengan-Nya, tidak ada sesuatupun yang bisa mengalahkannya, tidak ada ilah selain Dia.”

Read the rest of this entry

Tauhid & Keutamaannya

Oleh : Ustadz Abu Muawiyah Al Atsary

Allah Ta’ala berfirman:

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Ibnu Abbas -radhiallahu anhuma- berkata, “Yakni agar mereka bertauhid kepada-Ku.”

Allah Ta’ala berfirman:

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah taghut.” (QS. An-Nahl: 36)

Dari Jabir bin Abdillah -radhiallahu anhu- dia berkata:

“Barangsiapa yang menemui Allah (meninggal) dalam keadaan tidak berbuat kesyirikan kepada Allah dengan sesuatu apapun maka dia pasti akan masuk surga, dan barangsiapa yang menemui Allah dalam keadaan berbuat kesyirikan kepada-Nya dengan sesuatu apapun maka dia pasti akan masuk neraka.” (HR. Muslim no. 93)

Read the rest of this entry