Dianjurkan Bershalawat kepada Nabi Salallahu ‘Alaihi Wasalam


Oleh: Syaikh Shalih Fauzan

Di antara hak Nabi shalallahun ‘alaihi wasallam yang di syariatkan Allah atas umatnya adalah agar mereka mengucapkan shalawat dan salam kepada beliau. Allah Ta’ala berfirman:

“ Sesungguhnya Allah dan para malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Al-Ahzab: 56)

Diriwayatkan bahwa makna shalawat Allah kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam adalah pujian Allah atas beliau dihadapan para malaikat-Nya, sedang shalawat para malaikat berarti mendo’akan dan shalawat umatnya berarti permohonan ampun untuknya.¹

Dalam ayat diatas Allah telah menyebutkan tetang kedudukan hamba dan Rosul-Nya Muhammad shalallhu ‘alaihi wasallam ditempat yang tertinggi, bahwasannya Dia memujinya dihadapan para malaikat yang terdekat, dan bahwa para malaikat mendo’akan untuknya, lalu Allah memerintahkan segenap penghuni alam dunia untuk mengucapkan shalawat dan salam atasnya, sehingga bersatulah pujian untuk beliau shalallhu ‘alaihi wasallam dialam yang tertinggi dengan alam terendah (dunia).

Adapun makna sallimu taslima “ Ucapkanlah salam untuknya” adalah berilah beliau shalallhu ‘alaihi wasalllam penghormatan dengan penghormatan islam. Dan jika bershalawat kepada Nabi shalallhu ‘alaihi wasalllam hendaklah seseorang menghimpunnya dengan salam untuk beliau. Karena itu hendaklah tidak membatasi dengan salah satunya saja. Misalnya dengan mengucapkan: shalallhu ‘alaihi (Semoga shalawat dilimpahkan untuknya) saja atau hanya mengucapkan: ‘Alaihi wasalllam (Semoga dilimpahkan untuknya keselamatan) saja. Hal itu karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan untuk mengucapkan keduanya.

Mengucapkan shalawat untuk Nabi shalallhu ‘alaihi wasalllam diperintahkan syair’at pada waktu-waktu yang dipentingkan, baik yang hukumnya wajib atau sunnah mu’akkadah. Dalam kitab Jila’ul Afham, Ibnul Qoyyim rahimahullah yang menyebutkan ada 41 waktu (tempat). Beliau memulai dengan sesuatu yang paling penting yakni ketika shalat ketika tasyahud. Di waktu tersebut para ulama sepakat tetang disyari’atkannya bershalawat untuk Nabi shalallhu ‘alaihi wasalllam namun meraka berselisih tentang hokum wajibnya.² Diantara waktu lain yang beliau sebutkan adalah diakhir qunut, lalu ketika khuthbah, seperti khuthbah jum’at, hari raya dan istisqa’, lalu setelah menjawab muadzin, ketika hendak berdo’a, ketika masuk dan keluar dari masjid juga ketika menyebut nama beliau shalallhu ‘alaihi wasalllam. Setelah itu Ibnul Qoyyim rahimahullah menyebutkan beberapa manfaat mengucapkan shalawat untuk Nabi shalallhu ‘alaihi wasalllam, dimana beliau menyebutkan ada 40 manfaat.³

Diantara manfaat itu adalah:

  1. Shalawat merupakan bentuk keta’atan kepada perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

  2. Mendapatkan sepuluh kali shalawat dari Allah bagi yang bershalawat sekali untuk beliau shalallhu ‘alaihi wasalllam.

  3. Diharapkan dikabulannya do’a apabila didahului dengan shalawat tersebut.

  4. Shalawat merupakan sebab mendapatkan syafa’at dari Nabi shalallhu ‘alaihi wasalllam. Jika ketika mengucapkan shalawat dibarengi dengan permohonan wasilah kepada beliau shalallhu ‘alaihi wasalllam.

  5. Shalawat merupakan sebab diampuninya dosa-dosa

  6. Shalawat merupakan sebab sehngga Nabi shalallhu ‘alaihi wasalllam menjawab orang yang mengucapkan shalawat dan salam kepadanya.

Semoga shalawat dan salam dilimpahkan oleh Allah kepada Nabi yang mulia ini.

Footnote:

¹ Demikian seperti apa yang disebutkan AL-Bukhari dari Abul ‘Aliyah

² Jila’ul Afham, hal. 222-223

³ Jila’ul Afham, hal.302

Berikut Kajian Seputar Pembahasan diatas:

Serta file PDF pembahasan diatas:

(Dikutib dari Kitab Tauhid 3,  Bab III Kewajiban dalam I’tiqod)

About aburumaisho

hamba Alloh

Posted on July 14, 2010, in Aqidah, Download Kajian and tagged , , , . Bookmark the permalink. Comments Off on Dianjurkan Bershalawat kepada Nabi Salallahu ‘Alaihi Wasalam.

Comments are closed.

%d bloggers like this: