Monthly Archives: December 2009

Puasa ‘Asyura (10 Muharom)

Puasa di bulan Muharram, khususnya pada hari ‘Asyura (10 Muharram)

Bulan Muharram adalah bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak berpuasa padanya. Berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiallahu’ anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

“Puasa yang paling afdhal setelah Ramadhan adalah bulan Allah: Muharram, dan shalat yang paling afdhal setelah shalat wajib adalah shalat malam.”
(HR.Muslim:1163)
Read the rest of this entry

Fatwa Kesesatan Jama’ah / Yayasan / Ormas Wahdah Islamiyah (Bag. 2)

FATWA KESESATAN JAMA’AH / ORMAS / YAYASAN WAHDAH ISLAMIYAH (Bag. 2)
Syaikh Rabi’ bin Hady Al-Madkhaly [1]– hafidzhohullah –
(Imam Jarh wat Ta’dil)

بسم الله الرحمن الرحيم

Kemudian Syeikh membaca beberapa perkataan Zaitun dan memberikan komentarnya :

Perkataan Zaitun : “Karena itu disini ada poin yang penting. Tauhid kita[2] hendaknya membawa kita kepada pengertian yang syamil[3] (menyeluruh) terhadap ajaran Islam ini.”

Komentar Syeikh : “Demi Allah tauhid kalian menelantarkan faham Islam, tauhid kalian adalah tauhidnya Sayyid Quthb, ‘Abdurrahman ‘Abdul Kholiq dan orang-orang yang semisalnya dari kalangan Sururiyyin Quthbiyyin. Demi Allah….., kalian telah menelantarkan Islam dan kaum muslimin.”.

Perkataan Zaitun : “Hendaknya membawa kita kepada pengertian yang syamil (menyeluruh) terhadap ajaran Islam ini. Kita tidak bisa menganggap seseorang itu dikatakan sebagai orang yang bertauhid atau orang-orang yang benar-benar Salafiyyah lalu jika dia menganggap masih ada hukum lain yang lebih baik dari hukum Allah”.

Jawaban Syeikh : “Siapa yang menganggap bahwa di sana ada hukum lain yang lebih baik dari hukum Allah ? Menurut Salafiyyin dia (orang tidak berhukum dengan hukum Allah) adalah kafir, sedangkan kamu masih ragu-ragu menentukan apakah dia Salafy atau bukan Salafy karena sesungguhnya kamu tidak mengerti Salafiyyah. Kami tidak ragu-ragu tentang keislamannya !!, dia kafir !! (karena dia tidak berhukum dengan hukum Allah). Lalu bagaimana dia (Zaitun-pent) mengatakan kita tidak mampu untuk mengatakan bahwasanya dia Salafy atau berada diatas Salafiyah. Ini adalah perkataan orang yang tidak paham. Kami tidak mengatakan bahwa orang yang menganggap adanya hukum lain yang lebih baikdari hukum Allah adalah Salafy…, kami tidak mengatakan dia itu muslim…, bahkan dia adalah kafir. Keraguanmu ini dan ketidaktegasanmu pada permasalahan ini, tentang hakimiyah yang merupakan hal yang paling khusus yang kalian sangat peduli terhadapnya sementara kamu ragu-ragu apakah dia Salafy atau bukan Salafy. Orang ini (yang menganggap bahwa disana ada hukum lain yang lebih baik dari hukum Allah) adalah kafir yang nyata menurut Salafiyyin dan para Imam kaum muslimin”.
Read the rest of this entry

Fatwa Kesesatan Jama’ah / Yayasan / Ormas Wahdah Islamiyah (Bag. 1)

FATWA KESESATAN JAMA’AH / ORMAS / YAYASAN WAHDAH ISLAMIYAH (Bag. 1)
Syaikh Rabi’ bin Hady Al-Madkhaly [1]– hafidzhohullah –
(Imam Jarh wat Ta’dil)

Wahai penanya yang mulia, pertanyaan-pertanya an berikut ini seputar jama’ah atau yayasan yang mereka namakan Yayasan Wahdah Islamiyah (YWI-pent). Dari selah-selah apa yang antum ajukan tentang jama’ah ini, maka saya melihat bahwasanya mereka adalah Jama’ah Hizbiyah QutHbiyah Sururiyah berlawanan dengan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dan manhaj mereka bertentangan dengan manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah.

Mereka ikut bersama dengan kelompok-kelompok yang sesat dalam perkataan mereka tentang bolehnya berdemonstrasi dan bolehnya ikut pemilu kadang dengan ber-istisyhad (berpatokan, menjadikannya sebagai penguat) pada fatwa sebagian ‘Ulama Ahlussunnah, tetapi kenyataannya, orang yang memperhatikan fatwa-fatwa tersebut dan mengetahui syarat-syarat yang disebutkan oleh para ‘ulama dalam hal bolehnya ikut pemilu, maka dia akan melihat/mendapati bahwasanya mereka tidak konsisten dengan syarat-syarat tersebut, seandainya mereka konsisten dengannya maka mereka tidak akan ikut Pemilu di negeri manapun di antara negeri-negeri yang ada sekarang.
Read the rest of this entry

Muhadhoroh Ustad Dzulqarnain

Hadirilah, insya Allah

Muhadharah Ilmiah

bersama:

Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

dengan tema:

“ARTI SEBUAH KEHIDUPAN”

bertempat di:

Masjid Al-Fitroh Terban, Yogyakarta

Pada hari Kamis, 30 Dzulhijjah 1430 H / 17 Desember 2009
Pukul 18.30 WIB (Ba’da Maghrib) – Selesai

Khusus Putra

Kontak Person: 081227023363 (Abdul Lathif), 081392442287 (Abu Bakrah)

Diselenggarakan oleh Takmir Masjid Al-Fithroh Terban Yogyakarta

Nasehat Syaikh Jamal Al Haritsiy Kepada Akhwat Salafiyyat (bagian 3 selesai)

Oleh: Syaikh Jamal Al Haritsiy hafizhohullaah.

Dan ambillah teladan, wahai muslimah, dari kisah berikut ini. Karena kisah ini bertutur kepada ibu yang penuh ketulusan terhadap putrinya. Ia juga bertutur kepada para anak perempuan yang cerdas sebagaimana ia juga bertutur kepada setiap wanita yang sudah menikah. Dan karena kisah inilah sebuah perumpamaan arab dibuat. Yaitu perumpamaan “maa waroo`aka ya ‘ishoom?” (apa yang ada di belakangmu hai ‘Ishom?). Abul Fadhl an Naysaabuuriy dalam kitabnya “Majma’ul Amtsaal” berkata: “Maa waroo`aka yaa ‘Ishoom?” Al Mufadhdhol berkata: orang yang pertama kali mengucapkan perkataan ini adalah Al Haarits bin ‘Amr, raja Kandah. Yaitu ketika ia mendapatkan kabar tentang kecantikan, kesempurnaan dan kecerdasan putri ‘Auf bin Mahlim asy Syaybaaniy, ia memanggil seorang wanita dari Kandah yang dipanggil dengan nama ‘Ishoom; seorang wanita yang cerdas, pandai berbicara, serta tinggi budi bahasa dan sastranya.
Read the rest of this entry

Daurah Sidoarjo : Bahaya Pemikiran Haddadiyah

Bismillahirrahmanir rahim…

HADIRILAH DAUROH
DI SIDOARJO

Tema :
MEMBEDAH PEMIKIRAN AL HADADDIYAH

Waktu :
Hari : Ahad
Tanggal : 28 Desember 2009
Pukul :08.30-selesai

Tempat :
Masjid Al Kholil Abu Tauhid
Jl. Monginsidi Kav DPR A-1 No-8 Sidoklumpuk Sidoarjo
Telpon.031-8054164

Pembicara:
Al-UstadzMUHAMMAD AFIFUDDIN
AS SIDAWY

(Terbuka untuk umum, Ikhwan (lt. dasar) dan Akhwat (lt. atas))

INFO: Abu Hamzah : 031-71373733, 081357385317, P.Najib Bahalmar : 031-70770161, 08123105190, Abu Ilyas : 08883533518

Dauroh Magetan

Bismillah,

Insyaa Allaah akan diadakan Dawroh Ahlus Sunnah, untuk Umum (Ikhwan, Akhwat)

Pada hari Ahad 10 Muharram 1431H/27 Desember 2009M jam 8 pagi s/d 3 sore

bertempat di Ma’had Ittiba’us Sunnah, Sampung – Magetan, Jawa Timur,

bersama: Al Ustadz Nafilur Rohman Abu Arbah (Kebumen)

dengan Tema: “Mengingat Kembali Prinsip Mahaj Salaf yang Agung dan Selamat”.

Baarokallaahu fiykum,

Abu Zaid

Info:
Abu Umamah, Abu Hanifah, Magetan.

Nasehat Syaikh Jamal Al Haritsiy Kepada Akhwat Salafiyyat (bagian 2)

Kepada setiap wanita yang sudah bersuami, atau yang sedang akan membina rumah tangga, aku katakan: hendaknya engkau mengetahui hak suamimu dan hak orangtuamu dan janganlah engkau mencampuradukkan dua kewajiban tersebut. Karena terhadap masing-masing dari suami dan orangtua, ada kewajbannya sendiri-sendiri. Dan hak suami itu lebih wajib. Rasulullah shollallahu’alayhiwasallam bersabda:

“Kalau saja aku boleh menyuruh seseorang untuk bersujud kepada orang lain, niscaya aku akan menyuruh para wanita untuk bersujud kepada suami mereka. Seorang wanita itu belumlah memenuhi seluruh hak Allah terhadapnya sampai ia memenuhi seluruh hak suaminya terhadapnya. Yaitu kalau suaminya menginginkan dirinya sedang ia berada di atas pelana, maka ia akan memenuhi keinginan suaminya itu.” Dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan yang lain dengan lafaz yang mirip. Dan dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam “Ash Shohiihah” 1203.

Rasulullah shollallahu’alayhiwasallam juga bersabda:

“Kalau saja kedua lubang hidung suaminya mengeluarkan darah dan nanah, kemudian ia jilati dengan lidahnya, ia belumlah memenuhi hak suaminya itu. Kalau saja seorang manusia pantas bersujud kepada seorang manusia lain, maka aku akan menyuruh para wanita untuk bersujud kepada suami mereka ketika para suami itu masuk mendatangi mereka karena keutamaan yang telah Allah berikan kepada para suami di atas para istri..” Dikeluarkan oleh Al Hakim dan yang lain. Ia berkata: isnadnya shahih namun tidak dikeluarkan oleh Bukhori dan Muslim.
Read the rest of this entry

Nasehat Syaikh Jamal Al Haritsiy Kepada Akhwat Salafiyyat (bagian 1)

Segala puji hanya bagi Allah, sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad yang tiada lagi nabi sesudahnya. Amma ba’du.

Ini adalah beberapa patah kata ringkas yang aku alamatkan kepada akhwat muslimah di setiap tempat – melalui jaringan internet – apalagi jaringan internet seperti ini sudah menjadi sarana yang paling cepat dan bermanfaat untuk menyebarkan dakwah yang bersumber dari Al Kitab dan As Sunnah sesuai dengan manhaj As Salafush Sholeh -semoga Allah merahmati mereka. Dan aku telah menyusunnya dalam beberapa poin dan beberapa potongan ringkas. Sebaik-baik perkataan adalah perkataan Allah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad shollallaahu’alayhiwasallam. Ini adalah isyarat dariku bahwa di beberapa bagian, aku akan mencukupkan diri dengan menyebutkan beberapa ayat yang menjelaskan suatu perkara.

Dari risalah “Secara tulus untuk setiap muslimah”.
Aku katakan wa billaahit tawfiiq:
Read the rest of this entry

Amanah Menjaga Iffah

Oleh: Syaikh Salim al ‘Ajmiy hafizhohullaahu ta’aalaa.

Setiap perempuan haruslah mengetahui bahwa ketika dirinya keluar dari rumah keluarganya atau rumah suaminya, sesungguhnya ia keluar membawa kehormatan diri dan keluarganya. Oleh karena itu dia tidak boleh lalai menjaga karunia berharga ini hanya demi hasrat syaitoniy, dan juga ia tidak boleh melakukan suatu perbuatan yang akan mencoreng kehormatan tersebut.

Hakekat ini disadari oleh banyak perempuan, akan tetapi sebagian perempuan pura-pura lupa atau pura-pura tidak tahu tentang hakekat ini. Sehingga setiap kali ada berandal yang mengajak pada keburukan, mereka langsung memenuhinya, dan mereka lupa bahwa di jalan seperti ini pasti akan ada korban. Dan korban itu tidak lain adalah dirinya sendiri. Dia akan dijanjikan untuk dinikahi, namun janji itu tidak lain adalah alat untuk mengulur keluguannya dan agar si berandal ini dapat mencapai apa yang menjadi keinginannya. Maka kalau ia sudah mendapatkan keinginannya, ia akan membuang perempuan itu dalam keadaan kehormatannya telah tercemar. Ini bukanlah sesuatu yang aneh, karena permen karet itu dikunyah sampai kalau sudah tidak manis lagi, dibuang ke tempat sampah.
Read the rest of this entry