Puasa ‘Asyura (10 Muharom)


Puasa di bulan Muharram, khususnya pada hari ‘Asyura (10 Muharram)

Bulan Muharram adalah bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak berpuasa padanya. Berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiallahu’ anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

“Puasa yang paling afdhal setelah Ramadhan adalah bulan Allah: Muharram, dan shalat yang paling afdhal setelah shalat wajib adalah shalat malam.”
(HR.Muslim:1163)

Dan di antara hari-hari di bulan Muharram tersebut, lebih dianjurkan lagi berpuasa pada hari Asyura, yaitu tanggal 10 (sepuluh) Muharram. Banyak hadits-hadits yang menunjukkan sangat dianjurkannya berpuasa pada hari ‘Asyura. Di antaranya adalah hadits Aisyah radhiallahu anha bahwa beliau berkata:

كان رسول اللَّهِ أَمَرَ بِصِيَامِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فلما فُرِضَ رَمَضَانُ كان من شَاءَ صَامَ وَمَنْ شَاءَ أَفْطَرَ

Adalah Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam memerintahkan (perintah yang mewajibkan) puasa pada hari ‘Asyura. Maka tatkala telah diwajibkannya puasa Ramadhan, maka siapa yang ingin berpuasa maka silahkan dan siapa yang ingin berbuka juga boleh.”
(HR.Bukhari: 1897, Muslim:1125)

Dalam riwayat Muslim dari hadits Abu Qatadah bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam ditanya tentang puasa pada hari ‘Asyura, maka beliau menjawab:

يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

“Menghapus dosa setahun yang telah lalu.”
(HR.Muslim:1162)

Dan juga dianjurkan berpuasa pada tanggal 9 (sembilan) Muharram, berdasarkan hadits Ibnu Abbas radhiallahu’ anhu bahwa beliau berkata: “Tatkala Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa padanya. Mereka (para shahabat) berkata: wahai Rasulullah, itu adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashara. Maka bersabda Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam: jika tiba tahun yang berikutnya, insya Allah kita pun berpuasa pada hari kesembilan. Namun belum tiba tahun berikutnya hingga Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam wafat.”
(HR.Muslim:1134)

Ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi
Tulisan di atas adalah bagian dari artikel berjudul PUASA-PUASA SUNNAH, pernah diterbitkan di http://www.darussal af.or.id/ stories.php? id=1068

About these ads

About aburumaisho

hamba Alloh

Posted on December 23, 2009, in Fikih, Seputar Puasa and tagged . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Insya Allah aq akan melaksanakan puasa itu demi mencari keridhoan Allah.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: